PAPARKAN CAPAIAN, DITJEN VOKASI DORONG IMPLEMENTASI TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN

Yogyakarta, Ditjen Vokasi - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudrisktek) mendorong implementasi Sistem Naskah Dinas Elektronik (SINDE) sebagai salah satu bagian dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di setiap unit kerja, perguruan tinggi vokasi (PTV), maupun unit-unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. 

Transformasi digital ini tidak hanya bermanfaat bagi jalannya pemerintahan, tetapi juga bagi kemudahan dan optimalisasi pelayanan pendidikan kepada publik. 

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Saryadi, saat membuka kegiatan “Refleksi Capaian Bidang Pelayanan Umum, Kerja Sama, Humas, dan Publikasi Tahun 2023” di Kota Yogyakarta, Rabu (15-11-2023). Menurut Suryadi, penggunaan SINDE memiliki peran penting dalam implementasi SPBE dalam rangka mendukung percepatan transformasi digital pendidikan di Indonesia.

“Beberapa waktu lalu, kami sudah menandatangani komitmen, seluruh unit utama di lingkup Kemendikbudristek dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik ini,” kata Saryadi. 

Dalam rapat tersebut, lanjut Saryadi, Kemendikbudristek melalui Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek memberikan penekanan terhadap pentingnya SINDE bagi satuan kerja di lingkungan Kemendikbudristek. 

“Kami harapkan kita semua bisa mengoptimalkan SINDE di masing-masing satuan kerja,” kata Saryadi. 

Sejauh ini, lanjut Saryadi, masih ada beberapa satuan pendidikan vokasi yang dinilai masih belum optimal dalam pemanfaatan SINDE.

 

“Karena kami di pusat sudah berkomitmen bahwa jalur komunikasi sudah kedinasaan menggunakan SINDE,” ujar Saryadi. 

 

Fasilitasi Kerja Sama 

Sebagai bagian dari refleksi capaian, pada kesempatan tersebut Saryadi juga menyampaikan bahwa dalam beberapa kesempatan, Ditjen Pendidikan Vokasi telah memfasilitasi pertemuan-pertemuan awal antara lembaga atau perguruan tinggi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sebagai sebuah inisiasi awal, Saryadi berharap inisiasi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang disesuaikan dengan kondisi dan prioritas dari setiap satuan pendidikan. 

“Karenanya kami mohon sifat proaktif dari satuan pendidikan untuk bisa menindaklanjuti inisiatif kerja sama yang sudah dilakukan,” tambah Saryadi. 

Masih terkait dengan kerja sama, Saryadi juga meminta kepada para pimpinan di setiap satuan pendidikan vokasi mulai dari sekolah menengah kejuruan (SMK), lembaga kursus dan pelatihan (LKP), PTV, hingga UPT vokasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja sama yang sudah dilakukan selama ini. Pasalnya, kualitas dan kuantitas kerja sama dengan mitra, baik dunia usaha dunia industri dan dunia kerja menjadi salah satu indikator keberhasilan pendidikan vokasi. 

“Indikator krusial untuk memastikan kualitas satuan pendidikan vokasi adakah relevansi dan kemitraan,” tambah Saryadi.

 

Tahun Achievement 

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Pelayanan Umum, Humas, dan Publikasi, Ditjen Pendidikan Vokasi, Cecep Somantri, menyampaikan bahwa tahun 2023 merupakan tahun prestasi atau year of achievement, di mana Ditjen Pendidikan Vokasi berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi dari sejumlah pihak. 

Sejumlah capaian tersebut adalah Gold Winner Kategori Press Release, SPS Awards 2023 - Media Relatios Awards (MRA) 2023, Silver Winner Kategori The Best of Government Social Media, SPS Awards 2023 - Indonesia Digital Media Awards (IDMA) 2023, Bronze Winner atas nama Cecep Somantri, Indonesia GPR Awards (IGA) 2023, Humas Terbaik Pemerintah Golongan IIIc, Silver Winner Kategori Media Internal Subkategori Video Profile, Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2023, Gold Winner Kategori Media Internal Subkategori E-Magazine, Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2023.

“Terkait layanan pemberian layanan pemberian rekomendasi izin belajar juga  kian membaik. Platform Sipolen Vokasi mencatat total ada 334 pengajuan izin belajar warga negara asing di perguruan tinggi vokasi. Ini merupakan jumlah pengajuan tertinggi selama empat tahun,” kata Cecep saat memberikan laporan.

Ditjen Pendidikan Vokasi, lanjut Cecep, juga terus memperluas dan memperkuat kerja sama internasional. Hal tersebut terlihat dari capaian kerja sama yang terus meningkat di bidang students and staff mobility, joint research, dan internship. (Nan/Cecep)

Sumber: vokasi.kemdikbud.go.id