APTISI : Kemristekdikti bakal kerepotan pantau medsos mahasiswa

Jakarta (ANTARA News) - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menilai Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bakal kerepotan dalam memantau media sosial dan mendata telepon seluler dosen serta mahasiswa untuk mencegah paham radikal.

Rabu, 6 Juni 2018 07:17 WIB

Ilustrasi (Pixabay)

"Saat ini diperkirakan jumlah mahasiswa mencapai 7,5 juta, kemudian dosen mencapai 300.000 dan tenaga kependidikan 200.000, jadi diperkirakan harus mendata sekitar 8 juta jiwa," ujar Ketua APTISI, Prof Muhammad Budi Djatmiko, di Jakarta, Rabu.

Seluruh rektor perguruan tinggi akan dikumpulkan bahas radikalisme di kampus

Kepala BNPT Komjen Pol. Suhardi Alius (kiri) didampingi Menristekdikti Mohamad Nasir (tengah), dan Rektor UI Muhammad Anis (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara BNPT dengan UI tentang Pendidikan, Pelatihan, Pengkajian, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan dalam Penanggulangan Terorisme di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (23/4/2018). (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

Senin, 4 Juni 2018 19:48 WIB

Ini semua yang akan kami bicarakan di pertemuan nanti"

Pages