Kemristekdikti: bukan undang dosen asing tapi profesor kelas dunia

Prof Ali Ghufron Mukti MSc, PhD. (ANTARA)

Selasa, 24 April 2018 13:15 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menegaskan, tidak mengundang dosen asing untuk mengajar di kampus-kampus di Tanah Air, tetapi mengundang profesor kelas dunia.

"Bukan dosen asing, tapi profesor kelas dunia. Orang Indonesia pun bisa mengikuti program ini, asalkan dia mengajar di universitas di luar negeri dan mempunyai koneksi dengan peraih Nobel," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti di Jakarta, Selasa.

Peneliti Resah, Pemerintah Keluarkan Perpres Nomor 16

Foto: Dok Kemristekdikti

 Rabu 18 April 2018 12:08 WIB

Susi Fatimah, Jurnalis  

JAKARTA - Dunia penelitian di Indonesia terus berkembang. Dahulu, peneliti di Indonesia resah karena disibukan dengan laporan pertanggungjawaban yang rumit hingga mengganggu jalannya aktivitas penelitian itu sendiri. Seiring waktu aturan-aturan yang membelenggu para peneliti diubah. Namun, nyatanya masih ada beberapa aturan yang menyulitkan peneliti, seperti dalam hal pendanaan yang tidak fleksibel.

Nasir Pastikan Cabut Aturan Linearitas Pendidikan Tinggi

jpnn.com, TANGSEL - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, seluruh perguruan tinggi harus melakukan perubahan di era disruptive technology. Oleh karena itu rektor harus membuat kampus berorientasi pada mutu dan kualitas.

Senin, 16 April 2018 – 17:41 WIB

Di era teknolgi, angka partisipasi kasar (APK) Indonesia 31,5 persen, Malaysia 37 persen, Thailand 51 persen, Singapura 81 persen, Korea Selatan 92, 4 persen. Korsel bahkan mampu mendidik di usia 18-31 tahun.

Pages